Sejarah Perkembangan Cloud Computing: Evolusi Teknologi Terkini
Sejarah Perkembangan Cloud Computing – Bagi pelaku bisnis, istilah Cloud Computing mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, di kalangan masyarakat tertentu, istilah ini masih awam.
Untuk itu, penting untuk memahami definisi dan sejarah perkembangan cloud computing.
Kemajuan teknologi yang pesat di masyarakat telah mendorong peningkatan teknologi komputasi awan.
Jika ditinjau dari sejarahnya, fitur komputasi awan telah mengalami perubahan yang signifikan sejak awal ditemukan hingga sekarang.
Mari kita simak lebih lanjut dalam artikel berikut ini.
Pengertian Cloud Computing
Sebelum membahas lebih jauh tentang sejarah perkembangan cloud computing, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu cloud computing.
Dalam Bahasa Indonesia, cloud computing diterjemahkan sebagai komputasi awan. “Komputasi” berarti “seperangkat penggunaan teknologi komputer”, sementara “awan” merupakan metafora untuk pengembangan infrastruktur berbasis internet.
Jadi, cloud computing dapat diartikan sebagai seperangkat teknologi komputer yang digunakan untuk mengembangkan infrastruktur berbasis internet.
Namun, menurut Rountree dan Castrillo (2014), kumpulan perangkat teknologi itu bukanlah inti dari cloud computing.
Mereka mendefinisikan cloud computing sebagai gaya komputasi baru yang memanfaatkan internet dengan konsep virtualisasi, di mana sumber daya diukur secara dinamis.
Dengan demikian, cloud computing adalah teknologi yang mengubah internet menjadi pusat data, memudahkan pengguna dalam mengelola data dan aplikasi.
Baca juga: 20+ Contoh Cloud Computing yang Harus Anda Ketahui!
Fungsi Cloud Computing
Ada tiga fungsi utama cloud computing yang perlu diketahui untuk memulai dan mengembangkan bisnis:
1. Meningkatkan Kapasitas Penyimpanan Data
Cloud computing memberikan kapasitas penyimpanan data yang lebih besar dibandingkan perangkat penyimpanan lain seperti flashdisk atau hard disk.
Data dan informasi disimpan di database internet menggunakan teknologi big data.
2. Meningkatkan Kinerja Stakeholder
Cloud computing memungkinkan tim dari berbagai departemen terhubung secara bersamaan, menghemat sumber daya dan meningkatkan produktivitas serta efisiensi bisnis.
3. Sistem Up to Date
Pembaruan sistem secara berkala meningkatkan keamanan data dan fitur, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, dan memastikan penyimpanan data yang aman dan terpercaya.
Jenis-jenis Cloud Computing
Cloud computing dapat dibagi menjadi empat jenis berdasarkan sistem penggunaan atau hak aksesnya:
1. Public Cloud
Penyimpanan data dan informasi di media internet dengan hak akses publik.
Contohnya adalah media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan layanan email seperti Yahoo, Gmail, dan Hotmail.
Namun, jenis cloud ini memiliki kelemahan dalam hal keamanan karena mudah diretas.
2. Private Cloud
Teknologi cloud yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk kepentingan pribadi.
Akses terbatas hanya untuk pemangku kepentingan di perusahaan yang sama, sehingga keamanannya lebih baik dibandingkan public cloud.
3. Hybrid Cloud
Kombinasi antara public cloud dan private cloud yang digunakan oleh institusi. Termasuk dalam layanan B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer).
Sejarah Perkembangan Cloud Computing
Ilustrasi Gambar Sejarah Perkembangan Cloud Computing
Sejarah perkembangan cloud computing bisa dilihat dari perkembangannya di dunia dan di Indonesia.
Perkembangan Cloud Computing di Dunia
Cloud computing adalah hasil evolusi bertahap dari konsep penggabungan sumber daya komputasi melalui jaringan global pada tahun 1960-an, bersamaan dengan munculnya “Intergalactic Computer Network” oleh J.R.C Licklider.
Dua proyek penting pada era 1960-an yang melibatkan Licklider adalah MAC Project dan ARPANET.
1. MAC Project
Proyek komputasi personal pertama di dunia yang didanai DARPA dengan tujuan mengembangkan teknologi yang memungkinkan penggunaan komputer oleh lebih dari satu orang secara bersamaan.
Ini adalah awal mula konsep virtualisasi dalam komputasi awan.
2. ARPANET
Jaringan sederhana yang dikembangkan pada tahun 1969, yang memungkinkan setiap orang terhubung melalui komputer dan mengakses informasi di mana saja.
ARPANET menjadi cikal bakal internet dan mendorong perkembangan cloud computing.
Pada tahun 1970-an, mesin virtual diciptakan untuk bertindak sebagai komputer nyata dengan fungsi sistem operasi penuh, mempercepat perkembangan virtualisasi.
Pada tahun 1990-an, penggunaan komputer virtual semakin populer dan mengarah pada pengembangan infrastruktur komputasi awan modern.
Sejarah Cloud Computing di Indonesia
Perkembangan cloud computing di Indonesia ditandai dengan hadirnya perusahaan besar yang menawarkan berbagai layanan cloud computing, seperti:
1. Amazon Web Services (AWS)
Menyediakan layanan cloud seperti private virtual server, sistem manajemen database, dan cloud storage.
AWS memiliki tiga zona ketersediaan di Jakarta, memastikan keamanan data dan keseimbangan beban kerja.
2. Microsoft
Menyediakan solusi cloud computing untuk bisnis di Indonesia dan membangun pusat data di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan bisnis digital.
Microsoft juga berencana melatih 3 juta orang Indonesia untuk menciptakan peluang ekonomi digital yang inklusif.
3. Google Cloud
Membuka wilayah pertamanya di Jakarta pada Juni 2020, dengan tujuan mendekatkan layanan Google Cloud ke pelanggan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Google Cloud berencana mengadakan 150 ribu laboratorium pelatihan di Indonesia untuk pengembangan potensi cloud computing.
4. Alibaba
Membuka pusat data pertama mereka di Indonesia pada awal 2021 dan berkomitmen mengembangkan wilayah ketersediaan dan pusat data scrubbing untuk keamanan siber.
Selain perusahaan internasional, layanan cloud computing lokal juga berkembang, seperti Telkom Cloud yang menyediakan layanan untuk pemerintah dan perusahaan, meningkatkan kompetisi dan kesadaran akan pentingnya teknologi cloud untuk bisnis.
Kesimpulan
Cloud computing telah berkembang pesat sejak pertama kali diperkenalkan, baik di dunia maupun di Indonesia.
Teknologi ini tidak hanya menawarkan solusi penyimpanan data yang lebih efisien tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan bisnis.
Dengan berbagai jenisnya, seperti public cloud, private cloud, community cloud, dan hybrid cloud, cloud computing mampu memenuhi kebutuhan beragam pengguna, mulai dari individu hingga perusahaan besar.
Amankan Data Anda dengan Layanan Private Cloud dari Daftarnama.com
Salah satu jenis cloud computing yang semakin diminati adalah private cloud, karena menawarkan keamanan dan kontrol penuh atas data perusahaan.
Layanan private cloud dari Daftarnama.com dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang membutuhkan solusi cloud dengan tingkat keamanan tinggi dan akses yang terbatas hanya untuk pihak internal.
Dengan private cloud dari Daftarnama.com, perusahaan dapat menikmati manfaat berikut:
- Keamanan Maksimal: Data disimpan di infrastruktur yang eksklusif, mengurangi risiko kebocoran data.
- Kustomisasi Sesuai Kebutuhan: Layanan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda.
- Dukungan Profesional: Daftarnama.com menyediakan tim ahli untuk memastikan performa optimal dan pemeliharaan sistem.
Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan yang ingin memastikan privasi dan integritas data tetap terjaga, sekaligus memanfaatkan teknologi cloud untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan memilih layanan private cloud dari Daftarnama.com, bisnis Anda dapat lebih fokus pada pengembangan strategi tanpa harus khawatir tentang pengelolaan data.
Untuk info selengkapnya, silahkan hubungi kami!